Ketika sepi harus bercerita pada
gulita
Tentang malam yang kekurangan
cahaya
Kelam bersama dengan teduhnya bulan
sabit
Wajah malam melebur dalam
keheningan
Sayup-sayup angin menggerakkan
daun-daun senduh
Kekosongan penuh dalam kalbu
Tak ada kata sendiri karena malam
selalu berbicara
Tentang sebuah rindu yang tersesat
dalam ruang dan waktu
Ketika sayap-sayap patah tak mampu
menerbankan
Biarkanlah cerita terangkai tanpa
batasan
Hingga fajar menyambut
Tetkala Semburat merah terlukis di
kanvas horison
malam telah sirna
kusapa pagi dalam balutan embun
kenyataan dalam tanda tanya
menghampiriku
