Senin, 19 November 2012 - , 0 komentar

cerita pada malam



Ketika sepi harus bercerita pada gulita
Tentang malam yang kekurangan cahaya
Kelam bersama dengan teduhnya bulan sabit
Wajah malam melebur dalam keheningan
Sayup-sayup angin menggerakkan daun-daun senduh
Kekosongan penuh dalam kalbu
Tak ada kata sendiri karena malam selalu berbicara
Tentang sebuah rindu yang tersesat dalam ruang dan waktu
Ketika sayap-sayap patah tak mampu menerbankan
Biarkanlah cerita terangkai tanpa batasan
Hingga fajar menyambut
Tetkala Semburat merah terlukis di kanvas horison
malam telah sirna
kusapa pagi dalam balutan embun
kenyataan dalam tanda tanya menghampiriku


Kamis, 15 November 2012 - , 0 komentar

menyulam kata


Drama masa lalu ini kapan akan berakhir
Bait bait kenangan terukir apik di memori
Lelah menjadi pemeran utama klasik ini
Hati mencapai titik optimumnya untuk peduli
Hening...
Aku, musik, tarian kata-kata
Ilusi, realita, ketidakpastian, tercampur teraduk dalam otakku
Melihatmu,
Menimbulkan beberapa reaksi berbeda di tubuh
Ingin berlari,
Ingin berteriak
Ingin menangis
Dan bahagia....
Ketika semua kontradiksi rasa ini ada,,,
Yang bisa kulakukan hanya ”mematung”
Atau memasang ”topeng” diri
Ironis......


Selasa, 06 November 2012 - 0 komentar

Bersabarlah sayang


Pergulatan rasa yang melelahkan
Berada pada tempat yang tak menyediakan ruang untukku
Tak kan kujadi penikmat hak orang
Jadi biarkan kuberlari menuju tempat tanda tanya
Jangan bertanya kenapa?
Akal dan perasaanku yang mencetuskan semua kata-kata itu
Aku baik-baik saja di tempat yang baru ini
Semua selalu menjadi wah dan asing di tempat yang baru
Pembiasaanlah yang akan menepis rasa yang masih tertinggal
Walau kadang, tak kumengerti semua ini
Samar dan tak terdefini gerak emosi
Tatkala sepi dan sendiri menjadi ketakutan dan kebencian
Namun menjadi teman seketika
Oh hatiku, nikmatilah semua perasaan tak terkenali ini...
Terbiasalah...
sehingga engkau pun akan kaya akan pengalaman
Kelak, jawaban pasti akan datang menyapamu....
Air mata itu tidak bersalah jika menampakkan diri
Dia hanya ingin menghangatkan jiwamu dengan tetesannya yang suci
Jadi kata kuncinya sekarang adalah ”bersabarlah sayangku”....
Kamis, 11 Oktober 2012 - , 0 komentar

tanda tanya

turbulensi yang terjadi pada hati...
menjadikan musim baru dalam duniaku
"musim tanya"
kuberjalan menelusuri tebing-tebing pikiranku
kudapati jalan terjal yang membuat ragu untuk melewatix
mampukah kutebas setitik demi setitik keraguan yang ada?
ketika keraguan itu sendiri adalah perantara menuju keyakinan...
ketika keraguan itu adalah jmbatan yang indah sekaligus tempat tinggal yg buruk...
akankah keraguan itu berakhir pada ketiadaan?


Minggu, 16 September 2012 - 0 komentar

Ketika aku, coki-coki dan api unggun




Biarkan aku bercerita pada detik ini…
Kala itu, aku tertatih berjalan mengikuti jalan setapak yang kadang berliku, kadang terjal, mendaki dan kadang datar. Dengan nafas yang sudah ngos-ngosan. Sampai pada mataku tertuju pada sosok yang sedang duduk diatas sebuah kayu panjang yang melintang didekat jalan setapak itu. Akhirnya kuberanikan diri untuk melangkah mendekat dan berkata “bolehkan aku duduk?”
Dia hanya tersenyum meng”iya”kan…
Dia pun kelihatan lelah.
Setelah beberapa detik, aku harus melanjutkan perjalanan. Dia mengikutiku.
Kaki ini terus melangkah walau terasa berat. Namun ada kekuatan yang bekerja dalam keheningan hati. Ada warna yang membias dari langit menyelimuti semesta. Kuberanikan segenap diri untuk menolehkan badan dan kulihat sebuah tatapan mata yang mampu “menggetarkan” hati. Kutertunduk mencoba menerjemahkan semua ini. Namun aku tersentak, aku harus memulai percakapan. Akhirnya mengalirlah berbagai candaan dan celoteh. Dan kusadari, dia cukup merespon. Kadang tersenyum, kadang wajah bingung dan kadang sebuah candaan. Namun, dia tidak pernah bertanya balik. Sepertinya hanya diriku yang amat penasaran terhadapnya. Dia cukup santai dan menikmati semuanya. Terus berjalan dan terus berjalan hingga kelelahan menghampiriku lagi. Akhirnya aku menghempaskan tubuh. Dan dia pun mengikutiku. Aku hanya bisa tersenyum dan berkata “aku lelah”. Kutawarkan “cokelat” dan dia pun menerimanya. Kami berdua pun menikmati cokelat itu dalam kelelahan.
Aku hanya bisa bercerita sampai di sini.
Senin, 16 Juli 2012 - 0 komentar

Just My Imagine...


Aku adalah…
Nyata yang tak berarti
Aku adalah…
Jiwa yang mati
Aku adalah…
Sipenderita yang tak terhingga
Keniscayaan yang menyelimuti langkahku
Menorehkan garis lengkung disudut kalbu
Bintang yang menjadi sinar,
redup dalam ketaksampaianku
Takdir cinta mengakar pedih sukma
Penyesalan hidup menjadi teguran kekecewaan
Sepiku….
00:30, 13 September 2009

Kututup diary putih itu setelah kata sepiku.
“Ya Allah, kenapa dada ini sesak sekali? Berat rasanya untuk bernapas. Sejauh itukah laraku sekarang?” Jeritku dalam batin.
Mata ini sulit sekali untuk terpejam namun lama kelamaan…
“Salahkah aku yang memiliki perasaan ini? Namun apanya yang harus aku salahkan? Dia datang dengan sendirinya. Andai diberi pilihan, aku pasti memilih untuk tidak mempunyai perasaan ini. Siapa yang mau menjerumuskan dirinya dalam duka?”
…………………………………………………………………………………………………………
Jumat, 13 Juli 2012 - , 0 komentar

I tHink...


            Di titik ini, sekarang aku berpijak berusaha menemukan simpul yang bisa menghubungkan ketidakteraturan jalan pikiranku dengan tatanan nyata yang aku hadapi. Apakah ”sempurna” memang hanya ada dalam pikiran? Apakah ”sempurna” itu satu adanya, Sama dengan yang ada dipikiranku dengan dipikiranmu? Ataukah sama sekali berbeda? Jika demikian adanya, itukah yang menyebabkan kemustahilan keberadaannya? Mungkin ”sempurna” hanya katanya yang sama namun mempunyai pemaknaan yang berbeda antara aku, kau dan mereka....yah seperti itu yang bisa aku pikirkan sekarang...
            Sungguh aku iri dengan ”pikiran” yang bisa bebas beterbangan dan merasakan kebebasan...bisa memikirkan segala hal dan menjadi siapa pun...sedangkan diriku hanya bisa ”terbelenggu” ≠kontradiksi≠ ataukah engkau ”pikiran” karena kebebasanmu membuatku terbelenggu?
            Hei aku lupa satu hal, meski engkau ”pikiran” bebas namun engkau hanya ada dalam dunia ide, tak mewujud dalam nyata seperti diriku ini...engkau sebenarnya lebih menyakitkan daripada diriku, engkau berada dalam pagar yang dibatasi oleh radiasi-radiasi yang tak bisa engkau langkahi...engkau hanya bebas dalam ”sangkarmu”....sepertinya diriku sudah mulai melangkah ke arah kebimbangan yang amat parah...mulai memasuki area bifurkasi...eh eh eh
            Tapi, engkau dan aku menghuni istana yang sama. Istana yang amat sangat indah dan penuh dengan berbagai struktur rumit namun terarah. Istana terindah yang bisa kita bawa kemana-mana. Aku hanya perlu memasukkan bahan yang bisa menjadi sumber energi baginya sehingga engku pun bisa berkerja...
Kamis, 12 Juli 2012 - , 0 komentar

my eyes and my life


      Ketika jalan yang kita pilih mengantarkan pada sebuah muara yang tak pernah terlintas dalam pikiran. Terdampar dalam lautan yang asing dengan mata. Namun seperti itulah kehidupan dalam tatapku. Bayanganku yang senantiasa setia dan patuh pada semua ragaku.

       Berkenalana...
      Menjejali mata dengan pemandangan baru
      Melihat beragam musim yang senantiasa bergulir
      Mengikuti perputaran waktu
      Namun, aku tetaplah aku
      Yang berubah hanya, caraku melihat yang real dan abstrak
      Berusaha menuju pada kebijaksanaan


     Keberagaman yang menciptakan keunikan. Seperti warna dalam bias, tetap indah meski itu hanya sebuah pantulan. Jika kukatakan, kehidupan itu adalah warna. Warna yang bisa kudegradasikan dalam hamparan kampas dengan kuas yang menari-nari dalam buaian tangan yang lihai.
      Akulah warna itu. Mengikuti arah dari tangan yang lihai.

       Hidup...
      Dengan secangkir kopi 
      di bawah sinar lembut pagi sang surya
      Melihat awan dan embun yang menyelimuti gunung
      Yang berdiri kokoh dikaki bumi
      Kehangatan kalbu menyapa
      Bersama angin sepoi-sepoi
      
Sabtu, 07 Juli 2012 - 0 komentar

Lost something

Alunan melodi dan lirik yang menyatu dalam harmoni nada...
Indah...
Sama-samar menusuk sampai relung-relung hati...
Entah aliran emosi dari mana, mataku seakan-akan berkaca-kaca dan perlahan bulir air mata yang terasa hangat itu menetes menelusuri garis-garis wajah...
Aku merindu...
Rindu yang hadir ketika aku telah kehilangan...
Akankah ruh yg hilang itu menyapaku?
Ketika kusadari, aku ingin mencinta dengan cara yang mampu untuk aku ungkap...
Tak ingin kutempuh jalan yang samar...
Namun, kenapa justru kehilangan semakin menderaku...
Kamis, 05 Juli 2012 - 0 komentar

Ceria

Segelas kopi panas
Segelas air putih
Ditambah cemilan
Dengan kipas angin pengusir nyamuk
Belajar bersama untuk menghadapi ujian akhir...
Ceria...
Karena kita bingung bersama
Tertawa bersama saat melihat kening berkerut karena belum memahami
Tertawa bersama saat bisa memecahkan masalah...
Inilah proses...
Untuk menjadi orang yang banyak memahami...
Rabu, 04 Juli 2012 - 0 komentar

centilan pagi pada otak

Rabu, 06 Juni 2012 - 0 komentar
tersesat?
begitukah sekarang realita yang terjadi pada sosok "gadis abu-abu"...ketika diri tidak mengetahui kemana harus melangkah. begitu banyak pilihan yang terbentang di depan mata namun memilih satu diantara semuanya, membuat begitu banyak kontradiksi dan perdebatan dalam diri.
kenapa semua hal tampak membingungkan...?
kenapa tak ada keberanian...hanya rentetan ketakutan dan prediksi tidak jelas yang datang silih berganti...

Rabu, 02 Mei 2012 - , 0 komentar
Di bangku taman itu engkau pernah bercerita...bercerita tentang petualangan perasaanmu pada sosok yang tak engkau kenali...kecuali punggung dan cara jalannya...
dengan sedikit grogi, engkau mulai menuturkan ungkapan hatimu yang berjingkat-jingkat...

rasa itu menyusup secara perlahan-lahan...
bergerak dengan keteraturannya...
hampir melewati batas kesadaranku...
imaji, pikiran dan rasa bertarung dengan hati yang membatu...
dalam ketidaktahuanmu, kurangkai kenangan seluas langkah yang telah kulewati sampai detik ini...
tertulis apik dalam buku "sejarah"
takkan usang oleh sampul memoriku
senantiasa menemani disetiap detik gerakku... 

tak ada kata yang tersusun dalam otak mungilku yang bisa kusampaikan padamu kala itu....
hanya sebuah ekspresi senyum yang tak terdefinisi yang bisa kuungkapkan untuk menutupi tirai kelabu
wahai angin, wahai udara, wahai langit...
inikah pertanda yang engkau kirim untukku...
bahwa aku harus berhenti di sini....
Sabtu, 31 Maret 2012 - 0 komentar

Klik Senja Jingga

 ** L.O.V.E @ the sky**

 **ketika biru, abu-abu, ternyata bisa menjadi warnamu**

 **bulan sabit bersanding dengan langit senja**

senja...
melintasi angkasa bersama khayalku
terbang bebas mengitari mimpi tentangmu
dua bola mata yang bersinar
merefleksikan pikiran akan kenangan tentang seseorang pada suatu senja kala itu
menjumpai impian yang mewujud dalam eksistensimu....
senja...
pembuka langkah menuju malam nan kelam
menyongsong kerlap kerlip bintang semesta...
senja...
Rabu, 28 Maret 2012 - 0 komentar
gelas pecah berkeping-keping...
menyadarkanku pada kenyataan pahit...
menyangkal hanya akan menguatkan simpul kebohongan
biarkan ku genggam erat
diri yang terlampau menyakiti ini
sampai pada waktu, perihnya tak lagi terasa
langkah akan menjadi penyembuh
waktu menjadi saksi bisu...
"melupakan"...
kata itu baru kusadari maknanya ketika aku tiba-tiba mengingatmu...
gelisah...
perasaan yang mengawan-awan
ketidakjelasan
kutanya hati
"tak ada jawaban"
kutersenyum sinis
inikah romantika hidup
malam kelam, nada menyayat hati dan tetesan air mata...
Senin, 19 Maret 2012 - 0 komentar

Gadis dalam Kotak...



                Senja mulai beranjak. Langit merah di pembatas antara langit dan lautan mulai memudar. Lukisan indah tiada tara di kampas ciptaan-Nya. Adzan magrib berkumandang di sudut desa. Kulangkahkan kaki di selingan ombak pantai yang sekali-kali menyentuh, dingin.
                ”Aku adalah gadis dalam kotak...” keluh hatiku...
                Di dunia yang kasat mata, penuh dengan penghuni yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Dan peranku hanyalah menonton. Bagiku, mereka seperti panggung pementasan dengan timing yang tak diketahui kapan akan berakhir. 
                ”kemana kumelangkah?”...
                Menelusuri masa lalu dan kudapatkan diri tak mengenal dengan baik tujuannya. Begitu banyak peradaban yang telah musnah hingga hari ini pun tiba. Nyawa yang tak terhitung telah melayang. Hanya untuk sebuah harga diri, keangkuhan, kesombongan dan berbagai produk lain yang ditawarkan oleh rumah kita semua yakni bumi ini. Semua itu menjadi kisah klasik yang akan selalu menjadi bahan cerita untuk generasi berikutnya. Namun, aku menjadi sangsi karena sampai sekarang
Kamis, 15 Maret 2012 - 1 komentar

go...go...go...on ^-^

"sepanjang kita yakin telah melakukan sesuatu dengan baik, 
selalu belajar untuk lebih baik, terbuka dengan masukan. 
rasa nyaman dan tenteram itu akan datang. kemuliaan hidup tidak pernah tertukar"...**tere-liye** 

sungguh kata-kata ini mengandung kekuatan. 
mengalirkan energi positif dalam diri....
disaat aku terjatuh dan merasa berada dalam fragile line, kata-kata itu membangunkanku dan menuntunku pada realita bahwa aku telah menyia-nyiakan banyak hal. 


Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahi dan jangan pernah takut melangkah, 
hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya. 
Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya. 
Tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar.
Kenapa harus bersedih…mengapa harus mengasihani diri sendiri…
mengapa tak kau hapus air mata itu lalu berlari…
biarkan kaki-kakimu merasakan perih agar kamu terbiasa dengan semua itu...
serahkan saja urusan air mata itu pada hujan...





Jumat, 09 Maret 2012 - 0 komentar

-diKeheningan Malam-


Di sini...
sesuatu yang bernama rasa itu dimulai
menutup perlahan-lahan tabir istana jiwa
melangkah ke relung hati sanubari yang megah
namun langkah itu harus seirama dengan ayat-ayat-Nya
karena di sanalah kesejatian itu berada
dalam naungan ridho-Nya
bisikan kadang menjadi teman kebimbangan
tertatih...
letih...
beringsut inci demi inci
dalam pencarian wajah ilahi
diantara sepoi angin....
rintik air
dan dedaunan
semakin nampak jelas
kebesaran Sang Pencinta
akankah kita buta
diam seribu bahasa tanpa makna...

**dihening malam dengan gemericik air di luar sana...bersama dengan perindu-perindu malam yang bersujud kepada-Nya...**
Jumat, 17 Februari 2012 - 0 komentar

s.t.r.a.n.g.e.r


Kau tak seperti awan…
Tak seperti langit
Juga tak seperti angin
Yang bebas untuk aku rasakan kehadirannya
Ada batas aku harus melangkah
Jika itu tentangmu…
Decak kagum terisolasi dari nyatanya waktu
Tak ada ruang walau hanya menatapmu dari belakang
Kau....
Hanya bayang-bayang
Di musim semi yang menghilang di musim panas.........



Ingin mengajari hati agar tidak mudah berpaling dan terpengaruh sesuatu. Semua terasa beda…
ada rasa takut…aku tidak sendiri, ada orang lain yang berdiri sejajar denganku. 
Dan aku harus bersembunyi, tidak boleh terlihat. Biar ”dia” indah dalam kesaksiannya.
Entahlah apakah ini pelarian untuk mencari kekuatan ataukah ada memang seperti itu...
Biar waktu yang menjawabnya. Aku tidak memiliki rasa percaya diri. 
Ada banyak ketakutan, sungguh banyak dan tak dapat kujelaskan. 

Sabtu, 28 Januari 2012 - 0 komentar

h.o.p.e you k.n.o.w


Taukah engkau, aku berdiri di sini...?
Senantiasa melayangkan mata kearah engkau melangkah...
Taukah engkau, aku senantiasa bersembunyi di sini….?
Berusaha untuk tak terlihat dari matamu...
Engkau Hanya fatamorgana...
Engkau cerminan dari masa lalu…
Ku yakin kelak engkau pun akan terlupakan
Disaat kenyataan menyapa, disaat angin menyadarkan jiwa
Semua hanya ”sesaat”
Tak meninggalkan dan tak membawa apapun
Tak akan ada air mata
Tak akan ada penyesalan
Rangkaian peristiwa tentangmu akan tertutupi oleh peristiwa lain
Semua akan indah dan membawa ”kedamaian”
Ketika ku mampu berdamai dengan waktu yang bercerita tentangmu…
Dan itu pun akan terjadi kelak,,,itulah keyakinanku saat ini…:-D