Aku adalah…
Nyata yang tak berarti
Aku adalah…
Jiwa yang mati
Aku adalah…
Sipenderita yang tak terhingga
Keniscayaan yang menyelimuti langkahku
Menorehkan garis lengkung disudut kalbu
Bintang yang menjadi sinar,
redup dalam ketaksampaianku
Takdir cinta mengakar pedih sukma
Penyesalan hidup menjadi teguran kekecewaan
Sepiku….
00:30, 13 September 2009
Kututup diary putih itu setelah kata sepiku.
“Ya Allah, kenapa dada ini sesak
sekali? Berat rasanya untuk bernapas. Sejauh itukah laraku sekarang?” Jeritku
dalam batin.
Mata ini sulit sekali untuk
terpejam namun lama kelamaan…
“Salahkah aku yang memiliki
perasaan ini? Namun apanya yang harus aku salahkan? Dia datang dengan
sendirinya. Andai diberi pilihan, aku pasti memilih untuk tidak mempunyai
perasaan ini. Siapa yang mau menjerumuskan dirinya dalam duka?”
…………………………………………………………………………………………………………
