kesepian...
aku tak pernah kesepian...selalu ada waktu, udara, debu, langit, teman-temanku...
perasaan...
berarti berbicara tentang *hati*...
mungkin dalam hati terjadi reaksi kesetimbangan yaitu
badmood + happy menjadi badmoodhappy dan akhirnya terurai lagi menjadi badmood + happy...
secret admirer...
hmhmhmhm apakah pesanku tersampaikan?
aku bersembunyi, namun sepertinya aku ada dalam "tatapnya"
just want to be "star", appear front of you at the night and hide when the sun shine...
langit...
filosofi langit: yang selalu berubah penampilan...membuatmu tidak stagnan hanya pada satu warna...
engkau akan menikmati setiap perubahannya...
*pemandangan yang unik dan tanpa batas*...
**inilah ceritaku disaat aku sedang menikmati indahnya penelitianku di laboratorium. kuingin menikmati detik-detik terakhir keberadaanku di sini. entah itu suara gemericik hujan, hembusan angin, dedauanan yang melambai ditiup angin, nafas sesak, sendah gurau, senyum, tawa, sedih...
dan terutama untuk sosok yang berdiri di "ujung" jalan.
*seperti angin..."aku" bagimu...
menyadari keberadannya, namun tak nampak dalam "aku"...
birkanlah seperti itu...
warnai perjalanan hidupku..
amazing...
membiarkanku menyelami lautan rasa yang tak berjarak...
katanya mencintai cakrawala harus menebas batas...**
dan untuk **hujan** yang senantiasa mengguyur daun dan kisahku...
kuingin mengajukan sebuah tanya padamu,
apakah daun yang selalu terkena tetesanmu tidak kedinginan?
pernahkan engkau tanyakan itu padanya
engkau selalu mengguyurnya akhir-akhir ini...atau?
daun itu ternyata menikmatinya karena dengan itu dia bisa bertumbuh dengan baik?
hmhmhmhm mungkin sekian dulu ceritaku...
suara judika sedang mengalun lembut "setengah mati merindu" membuat hati dan pikiran ingin bernostalgia dahulu agar terinspirasi dengan kisahku yang telah lampau :D...
Selasa, 27 Desember 2011
-
penaku
0
komentar
penaku
0
komentar
just a coffe taste....
Jumat, 14 Oktober 2011
-
penaku
0
komentar
penaku
0
komentar
memori pagi
hembusan angin pagi menyapa
bola emas malu-malu menampakkan raga
kelabu menjadi santapan mata
dedaunan lagi teduh
langit diam
.......
mengenangmu dengan sederet "memori"
fenomena "perjalanan ke samudera langit" menjadi candaan yang tak ada habisnya bagimu
celoteh panjang yang selalu terngiang
musik, puisi, suara ombak,
dan tentunya "kopi hangat" yang selalu menemani...
doaku "lukisan yang belum selesai itu akan selalu kau sentuh, janganlah berhenti mengoles warna dengan kuasmu"
karena itulah "duniamu"
dunia yang tak satupun orang akan bisa menggannggumu
dan merebutnya darimu
"just be your self"
bola emas malu-malu menampakkan raga
kelabu menjadi santapan mata
dedaunan lagi teduh
langit diam
.......
mengenangmu dengan sederet "memori"
fenomena "perjalanan ke samudera langit" menjadi candaan yang tak ada habisnya bagimu
celoteh panjang yang selalu terngiang
musik, puisi, suara ombak,
dan tentunya "kopi hangat" yang selalu menemani...
doaku "lukisan yang belum selesai itu akan selalu kau sentuh, janganlah berhenti mengoles warna dengan kuasmu"
karena itulah "duniamu"
dunia yang tak satupun orang akan bisa menggannggumu
dan merebutnya darimu
"just be your self"
Kamis, 13 Oktober 2011
-
penaku
0
komentar
penaku
0
komentar
heart's journey
"hey"...
apa kabar?
hari ini aku melihat bahwa "engkau" sedang mengingat masa lalu yang sepertinya tak akan tergantikan dengan apa pun.
malammu pun dihiasi dengan kenangan tentangnya.
apakah itu yang membuatmu berbeda?
hanya ada "engkau dan dia"...
hatiku mengatakan "dia adalah segalanya bagimu"
duniamu berwarna dengan kehadirannya disisimu.
dengan mengingatnya "you don't feel alone"...
bahkan bayangannya pun sangat berarti.
senyum yang selalu engkau perlihatkan setiap hari adalah karena kekuatan dari hanya mengingatnya...
langit akan selalu setia menemani dan menyaksikan perjalanan "hatimu"...
apa kabar?
hari ini aku melihat bahwa "engkau" sedang mengingat masa lalu yang sepertinya tak akan tergantikan dengan apa pun.
malammu pun dihiasi dengan kenangan tentangnya.
apakah itu yang membuatmu berbeda?
hanya ada "engkau dan dia"...
hatiku mengatakan "dia adalah segalanya bagimu"
duniamu berwarna dengan kehadirannya disisimu.
dengan mengingatnya "you don't feel alone"...
bahkan bayangannya pun sangat berarti.
senyum yang selalu engkau perlihatkan setiap hari adalah karena kekuatan dari hanya mengingatnya...
langit akan selalu setia menemani dan menyaksikan perjalanan "hatimu"...
Selasa, 11 Oktober 2011
-
road to heaven
0
komentar
road to heaven
0
komentar
why are you crying?
A man knocked at his Bedouin friend’s door to ask him a favor:
“I want you to lend me four thousand dinars because I have a debt to pay. Can you do that for me?”
The friend asked his wife to gather together everything they had of value, but even so it was not enough. They had to go out and borrow money from the neighbors until they managed to get the full amount.
When the man left, the woman noticed that her husband was crying.
“Why are you sad? Now that we’ve got ourselves in debt with our neighbors, are you afraid we won’t be able to repay them?”
“Nothing of the sort! I’m crying because he is someone I love so much, but even so I had no idea he was in need.
“I only remembered him when he had to knock on my door to ask me for a loan.”
sumber: http://paulocoelhoblog.com/2011/10/12/10-sec-read-why-are-you-crying-eng-espa-port/
“I want you to lend me four thousand dinars because I have a debt to pay. Can you do that for me?”
The friend asked his wife to gather together everything they had of value, but even so it was not enough. They had to go out and borrow money from the neighbors until they managed to get the full amount.
When the man left, the woman noticed that her husband was crying.
“Why are you sad? Now that we’ve got ourselves in debt with our neighbors, are you afraid we won’t be able to repay them?”
“Nothing of the sort! I’m crying because he is someone I love so much, but even so I had no idea he was in need.
“I only remembered him when he had to knock on my door to ask me for a loan.”
sumber: http://paulocoelhoblog.com/2011/10/12/10-sec-read-why-are-you-crying-eng-espa-port/
Minggu, 09 Oktober 2011
-
penaku
,
road to heaven
0
komentar
penaku
,
road to heaven
0
komentar
h.O.p.E
Gugurlah satu persatu...
karena hanya dengan itu, kelak engkau dapat bertahan hidup...
daun itu pun meninggalkan ranting-ranting kesayangannya
namun, pengorbanan tak berhenti disitu saja
pada tanah, engkau pun begitu berjasa
engkau rela hancur dan menyatu
memberikan kehidupan menyenangkan
...
kuinterpretasikan kisahmu dalam kataku
menulis tentangmu, tak ada kata "bosan"
inspirasi...
walau engkau hanya "sekejap"
namun menorehkan banyak kisah yang belum ada akhirnya
kisah itu terus mengalir ke samudera luas
melihatmu, seperti bercermin...
kutemukan duniaku yang tergores dalam kampas
berharap kisahku pun akan terlakoni seperti "daun" itu
biarlah malam-malam yang selalu menjadi temanmu menjadi petunjuk
memberi "satu titik terang"
dalam menyelesaikan dongengmu....
karena hanya dengan itu, kelak engkau dapat bertahan hidup...
daun itu pun meninggalkan ranting-ranting kesayangannya
namun, pengorbanan tak berhenti disitu saja
pada tanah, engkau pun begitu berjasa
engkau rela hancur dan menyatu
memberikan kehidupan menyenangkan
...
kuinterpretasikan kisahmu dalam kataku
menulis tentangmu, tak ada kata "bosan"
inspirasi...
walau engkau hanya "sekejap"
namun menorehkan banyak kisah yang belum ada akhirnya
kisah itu terus mengalir ke samudera luas
melihatmu, seperti bercermin...
kutemukan duniaku yang tergores dalam kampas
berharap kisahku pun akan terlakoni seperti "daun" itu
biarlah malam-malam yang selalu menjadi temanmu menjadi petunjuk
memberi "satu titik terang"
dalam menyelesaikan dongengmu....
w.h.a.t ?
bingung...
apakah "engkau" telah datang menyapaku?
seperti inikah?
berliku, curam, menusuk, semua teraduk menjadi sesuatu yang sulit untuk didefinisikan
berlari...
namun kemana? semua arah tertutupi kabut hitam
kuberdiri menatap...
samar...
akhirnya,
diam...
menatap bayang-bayang yang mulai tak terkenali lagi...
terhempas dalam putaran waktu
arus itu menyeret ke rumah "kelabu"
stagnan disini lagi...
abu-abu
apakah "engkau" telah datang menyapaku?
seperti inikah?
berliku, curam, menusuk, semua teraduk menjadi sesuatu yang sulit untuk didefinisikan
berlari...
namun kemana? semua arah tertutupi kabut hitam
kuberdiri menatap...
samar...
akhirnya,
diam...
menatap bayang-bayang yang mulai tak terkenali lagi...
terhempas dalam putaran waktu
arus itu menyeret ke rumah "kelabu"
stagnan disini lagi...
abu-abu
Jumat, 07 Oktober 2011
-
road to heaven
0
komentar
road to heaven
0
komentar
nasihat
nak, cinta itu, tanpa diminta, tanpa diduga, datang laksana air yg mengisi hatimu, mengisi dg pelan dan sangat pelan, tanpa sadar menggenangi hatimu, hingga kau sulit untuk mengeringkannya ... ada yg berhasil memompa keluar dg baik dan menjadikannya energi ... tapi ada juga yg terbuai, mati pompa hatinya, hingga akhirnya tenggelam diperbudak oleh cinta ... janganlah cinta itu membunuhmu nak :(
by Romi Satria Wahono
Kaum Gypsy
kaum Gipsy merupakan bangsa yang nomaden yang artinya suka berpindah tempat, kaum gipsy ini pernah memiliki masa kelam sewaktu kepemimpinan Hitler di eropa dengan dimasukkannya kaum gipsi kedalam salah satu suku yang dianggap “berbahaya”, selain orang Jews, orang Slavia dan kaum homoseksual. Kaum ini memiliki pandangan hidup yang unik dan tersebar luas di benua benua Amerika dan Timur Tengah. Dewasa ini jumlah mereka diperkirakan mencapai lebih dari 5 juta orang yang tinggal tersebar di setiap penjuru dunia. Gipsi memiliki banyak nama lain, antara lain Gipsy, Gitanos, Tsigani, Cigany, Zigeuner, Sinti, dan rom.
Kaum ini memiliki hubungan erat dengan india bagian utara yang pernah ada 1000 tahun lalu, kelompok ini meninggalkan india dengan alasan yg kurang jelas, namun sejumlah pakar mengatakan kaum ini meninggalkan india karena konflik militer yang tak kunjung usai.menurut catatan sejarah orang-orang yang lantas dikenal dengan orang Rom ini memasuki Eropa sebelum tahun 1300 M melalui Persia dan Turki. Pada awal-awal kedatangan di Eropa hingga jangka waktu yang lama orang Rom cenderung tidak mau berbaur. Hal demikian bisa dimengerti mengingat latar belakang orang Rom yang dulunya hidup dalam masyarakat India yang terbagi dalam kasta. Cara hidup orang Rom yang mengisolasi diri dan tidak mau bergaul menimbulkan kecurigaan bagi warga asli. Tidak hanya sebatas curiga warga asli cenderung bersikap antipati. Dalam telusur sejarah telah terjadi banyak diskriminasi dan penganiayaan terhadap kaum Gipsi ini. Mereka dikucilkan dengan cara dipaksa mendirikan kemah di luar perkampungan warga asli, dilarang menimba air di perkampungan dan dilarang masuk kampung untuk berbelanja kebutuhan hidup sehari-hari.
Kecurigaan dan tuduhan-tuduhan negatif terhadap kaum Gipsi terus saja mengalir. Mereka juga dituduh sebagai kaum pencuri dan kaum penculik anak-anak. Pada masa tertentu di masa lalu etnis ini juga sering dihadapkan pada hukum yang mewajibkan mereka memasak di tempat terbuka dengan tujuan agar siapapun
Langganan:
Postingan
(
Atom
)






