Kamis, 08 September 2011 - 0 komentar
ketika kudalam balutan bahagia,
senyum selalu terlukis
hati bertanya "kenapa sedih bisa menggeser posisi ini?"
keadaan pun ternyata begitu rapuh
bisa berubah hanya dalam kilatan cahaya
senyum, tangis, duka, empati, simpati...
rasa itu sensitif, berubah hanya karena sedikit reaksi yang diberikan padanya
dan kenapa hati ini harus ditemani oleh akal?
dan adakalanya mereka tidak sejalan...
jadi apakah pilihan terakhir itu?
hati atau akal...?
atau...

0 komentar :

Posting Komentar