Jumat, 30 September 2011 - 0 komentar

hati yang berbicara


terdiam dalam hati yang berbicara
berdebat dengan argumen subyektif untuk mencuri kebijaksanaan
"merasa diri paling benar"
mangabaikan hal sepele...
empati tidak termaktub dalam jiwa yang kelam
dia hanya menghuni hati yang mudah "tersentuh"....

kepada Sang Pencinta...
ajarkan padaku makna cinta
apakah cinta bisa berarti membenci?
apakah cinta bisa berarti diam?
apakah cinta bisa berarti tangis?
kemunafikan menutup tirai kesucian
awan putih nan halus itu menjadi selimut tebal hitam....

0 komentar :

Posting Komentar