Membiasakan diri untuk
banyak membaca adalah kunci pokok untuk menjadi orang “awan”. Itulah ungkap
seseorang padaku. Menjadi orang “awan”, bukanlah hal instan tapi butuh proses
yang lama dan panjang. Berarti gunakan banyak waktu yang kita punya untuk
membaca.
Membaca
itu tidak hanya fokus pada satu hal tapi banyak hal. Biasakan diri membaca yang
“haram” dan “halal” yang mana nantinya, kita akan menemukan sintesis dari yang
kita baca. Sintesis ini merupakan hasil dari thesa dan antithesa. Itulah salah
satu hasil pemikiran Hegel sang filsuf.
Dalam
membaca kita tidak boleh menjudge bahwa
ini salah dan itu benar. Mungkin saja, begitulah pandangan orang tersebut dalam
menerima dan melihat sesuatu. Jadi anggaplah bahwa begitulah menurutnya dan
kebetulan kita ternyata melihat dari sisi lain. Dan jika ada kesesuaian dengan
diri, anggaplah bahwa kita punya pandangan yang seperti itu juga. Karena tidak
semua hal sesuai dengan semua orang. Yang harus dicamkan ada bagian yang sesuai
dan ada yang tidak dan bahkan ada sesuatu yang baru dari thesis vs antithesis.
Selain
membaca, kita juga harus “kepo”dan “kepo” plus “bawel” bertanya. Wow ternyata
“kepo” itu bisa juga positif dalam suatu situasi tertentu ya. “kepo” yang
intelektual kali ya.
Nah
bagaimana dengan si plin plan, hem katanya plin plan itu mesti kita pahami
sebagai perubahan pendapat karena karena adanya argumen baru yang menegasikan
argumen sebelumnya...
Oleh
karena itu kita harus belajar memandang sesuatu dari banyak nilai sehingga bisa
lebih komprehensif pada apa yang mesti kita pahami.
Nah,
mudah-mudahan ungkapan “awan” disini dapat dimengerti yak :-)
**thanks for sang awan yang sudah mau berbagi
pengetahuan**
0 komentar :
Posting Komentar