Senin, 27 Mei 2013 - , 0 komentar

Be “awan” sejati



Membiasakan diri untuk banyak membaca adalah kunci pokok untuk menjadi orang “awan”. Itulah ungkap seseorang padaku. Menjadi orang “awan”, bukanlah hal instan tapi butuh proses yang lama dan panjang. Berarti gunakan banyak waktu yang kita punya untuk membaca.
      Membaca itu tidak hanya fokus pada satu hal tapi banyak hal. Biasakan diri membaca yang “haram” dan “halal” yang mana nantinya, kita akan menemukan sintesis dari yang kita baca. Sintesis ini merupakan hasil dari thesa dan antithesa. Itulah salah satu hasil pemikiran Hegel sang filsuf. 
      Dalam membaca kita tidak boleh menjudge bahwa ini salah dan itu benar. Mungkin saja, begitulah pandangan orang tersebut dalam menerima dan melihat sesuatu. Jadi anggaplah bahwa begitulah menurutnya dan kebetulan kita ternyata melihat dari sisi lain. Dan jika ada kesesuaian dengan diri, anggaplah bahwa kita punya pandangan yang seperti itu juga. Karena tidak semua hal sesuai dengan semua orang. Yang harus dicamkan ada bagian yang sesuai dan ada yang tidak dan bahkan ada sesuatu yang baru dari thesis vs antithesis.
      Selain membaca, kita juga harus “kepo”dan “kepo” plus “bawel” bertanya. Wow ternyata “kepo” itu bisa juga positif dalam suatu situasi tertentu ya. “kepo” yang intelektual kali ya.   
      Nah bagaimana dengan si plin plan, hem katanya plin plan itu mesti kita pahami sebagai perubahan pendapat karena karena adanya argumen baru yang menegasikan argumen sebelumnya...
      Oleh karena itu kita harus belajar memandang sesuatu dari banyak nilai sehingga bisa lebih komprehensif pada apa yang mesti kita pahami.
      Nah, mudah-mudahan ungkapan “awan” disini dapat dimengerti yak :-)
**thanks for sang awan yang sudah mau berbagi pengetahuan**

0 komentar :

Posting Komentar