Minggu, 02 Juni 2013 - , 0 komentar

moment at Bawakaraeng Mountain

pagi...
pagi juga untuk kenanganku di puncak gunung Bawakaraeng kala itu...masih bisa kutelusuri memoriku mengingat dan membayangkan dinginmu yang engkau tawarkan bersama pagimu. tetesan embun yang menerpa wajah. kabut yang menyelimuti pepohonan.
entah kenapa pagi ini tergerak untuk merangkai kata bebas tentangmu.
ada banyak kenangan di sana.


Pendakian bersama dengan anak2 PAL kehutanan UNHAS (Pandu Alam Lingkungan). Diriku berstatus simpatisan bersama hela n hanz. Wow seru seru banget pendakian ini. Mendapat teman baru, pengalaman baru, dan baru baru yang lain :D. Banyak hal yang abstrak yang terungkap dalam kesunyiannya. Seperti sunyinya di atas gunung. Kesunyian yang damai. Kesunyian yang alami. Kesunyian yang membuatmu untuk bertafakkur. Bukan kesunyian yang berakhir pada "kegalauan".
Angin, awan, langit, bintang, yang semuanya terasa nyata.
Yang paling spesial adalah menapaki 23 tahun usiaku menghuni muka bumi ini di gunung bawakaraeng. Jam 00.00 berdentang tepat, bersama dengan dinginnya angin malam, api unggun yang menghangatkan, bintang yang bertaburan, kesunyian di puncak gunung, kedamaian di hati. Ada hela dan kak eko itu malam. Bertiga mengelilingi api unggun. Dengan agar2 sebagai kue tar n
cocacola sebagai drinking. Ingin ku ungkap kebahagiaan itu, namun sulit untuk menggambarkannya. Oh it’s the one best moment in my life. Arigatou to you all  :D

Perjalanan mencapai puncak bukanlah perjalanan yang mudah. Butuh perjuangan dan semangat. Kata lelah selalu menghampiri. Namun, langkah kaki pun harus mengiringi. Pencapaian puncak, bukanlah pekerjaan seorang diri, namun selalu ada tangan-tangan lain yang mendukung dan senantiasa terulur. Keegoisan tak akan pernah mengantarmu pada ”puncak” yang nyata. Kebulatan tekad dan melumpuhkan ketakutan adalah pokok pencapaian itu.
Senyum dan dukungan semangat dari orang-orang disampingmu amat sangat memberimu kekuatan untuk melangkah :D.
  
 

0 komentar :

Posting Komentar