pagi juga untuk kenanganku di puncak
gunung Bawakaraeng kala itu...masih bisa kutelusuri memoriku mengingat dan
membayangkan dinginmu yang engkau tawarkan bersama pagimu. tetesan embun yang
menerpa wajah. kabut yang menyelimuti pepohonan.
entah kenapa pagi ini tergerak untuk
merangkai kata bebas tentangmu.
ada banyak kenangan di sana.
Pendakian bersama dengan anak2 PAL
kehutanan UNHAS (Pandu Alam Lingkungan). Diriku berstatus simpatisan bersama hela n
hanz. Wow seru seru banget pendakian ini. Mendapat teman baru, pengalaman baru, dan baru baru yang lain :D.
Banyak hal yang abstrak yang terungkap dalam kesunyiannya. Seperti sunyinya di
atas gunung. Kesunyian yang damai. Kesunyian yang alami. Kesunyian yang
membuatmu untuk bertafakkur. Bukan kesunyian yang berakhir pada "kegalauan".
Angin, awan, langit, bintang, yang
semuanya terasa nyata.
Yang paling spesial adalah menapaki 23
tahun usiaku menghuni muka bumi ini di gunung bawakaraeng. Jam 00.00 berdentang
tepat, bersama dengan dinginnya angin malam, api unggun yang menghangatkan,
bintang yang bertaburan, kesunyian di puncak gunung, kedamaian di hati. Ada
hela dan kak eko itu malam. Bertiga mengelilingi api unggun. Dengan agar2
sebagai kue tar n
cocacola sebagai drinking. Ingin ku ungkap kebahagiaan itu,
namun sulit untuk menggambarkannya. Oh it’s the one
best moment in my life. Arigatou to you all :D
Perjalanan mencapai puncak bukanlah
perjalanan yang mudah. Butuh perjuangan dan semangat. Kata lelah selalu
menghampiri. Namun, langkah kaki pun harus mengiringi. Pencapaian puncak, bukanlah
pekerjaan seorang diri, namun selalu ada tangan-tangan lain yang mendukung dan
senantiasa terulur. Keegoisan tak akan pernah mengantarmu pada ”puncak” yang
nyata. Kebulatan tekad dan melumpuhkan ketakutan adalah pokok pencapaian itu.
Senyum dan dukungan semangat dari orang-orang
disampingmu amat sangat memberimu kekuatan untuk melangkah :D.
0 komentar :
Posting Komentar