Lirih berbisik pada angin tentang
sebuah kerinduan pada sosok yang amerta dalam singgasana hati. Bersama waktu
senantiasa menari-nari dalam pikiran dan melukis kenangannya sendiri. Mencipta
imaji bebas bersama hati. Kebebasan untuk mencintaimu, itulah tiketku sekarang.
Mencintaimu dalam diam. Dalam diam. Dalam sunyi.
Cinta…
Kita
punya pandangan yang berbeda-beda untuk kata itu. Namun aku sangat tersentuh
dan menyetujui kata-kata dalam puisi Soe Hok Gie, dalam bait terakhir “kita
begitu berbeda dalam banyak hal kecuali dalam cinta”. Ya perbedaan yang
mewarnai kebersamaan kita begitu banyak namun yang bisa merangkul semua itu
adalah rasa ini. Cinta adalah merasakan dan mengalami.
Hem
aku merasa terbata-bata untuk merangkai semua ini. Siapalah aku ini yang bisa
berbicara tentang cinta. Namun, ya kita punya pandangan kita masing-masing
tentang hal itu. Sederhana saja. Cinta adalah bahasa universal. Karena cinta
akan menyapa setiap insan tanpa terkecuali dan tak disangka-sangka.
Cinta
selalu berteman dengan kenangan. Dengan hati. Dengan rindu. Bersama cinta,
terkadang harus ada kata melepaskan. Mengikhlaskan. Namun dibalik semua itu,
ketika kita bisa menikmati dan memaknainya dengan sederhana maka cinta itu akan
mengantarmu pada ultimate beauty…
0 komentar :
Posting Komentar