Rabu, 12 Juni 2013 - , 0 komentar

TENTANG R.A.S.A




Lirih berbisik pada angin tentang sebuah kerinduan pada sosok yang amerta dalam singgasana hati. Bersama waktu senantiasa menari-nari dalam pikiran dan melukis kenangannya sendiri. Mencipta imaji bebas bersama hati. Kebebasan untuk mencintaimu, itulah tiketku sekarang. Mencintaimu dalam diam. Dalam diam. Dalam sunyi.
            Cinta…
Kita punya pandangan yang berbeda-beda untuk kata itu. Namun aku sangat tersentuh dan menyetujui kata-kata dalam puisi Soe Hok Gie, dalam bait terakhir “kita begitu berbeda dalam banyak hal kecuali dalam cinta”. Ya perbedaan yang mewarnai kebersamaan kita begitu banyak namun yang bisa merangkul semua itu adalah rasa ini. Cinta adalah merasakan dan mengalami.
Hem aku merasa terbata-bata untuk merangkai semua ini. Siapalah aku ini yang bisa berbicara tentang cinta. Namun, ya kita punya pandangan kita masing-masing tentang hal itu. Sederhana saja. Cinta adalah bahasa universal. Karena cinta akan menyapa setiap insan tanpa terkecuali dan tak disangka-sangka.
            Cinta selalu berteman dengan kenangan. Dengan hati. Dengan rindu. Bersama cinta, terkadang harus ada kata melepaskan. Mengikhlaskan. Namun dibalik semua itu, ketika kita bisa menikmati dan memaknainya dengan sederhana maka cinta itu akan mengantarmu pada ultimate beauty

0 komentar :

Posting Komentar